Assalamu'alaikum wr.wb. Jumpa lagi dengan saya Ery Trijayanti. Semoga tidak bosan yaa.. Untuk postingan kali ini, saya menganjurkan kepada kalian semua teman-teman saya di manapun kalian berada untuk menyimak terus pembahasan saya kali ini yaa. Mungkin agak terkesan serius *ehm* dari sebelum-sebelumnya karena saya akan membahas cita-cita dan harapan. Saya mencintai dunia Arsitektur sejak saya duduk dibangku Sekolah Dasar. Pada saat itu saya sering protes bertanya-tanya mengapa bangunan rumah atapnya harus segitiga, harus ada ornamennya, kenapa rumah yang itu tidak pakai tangga, kenapa kebanyakan rumah setelah ruang tamu pasti ruang keluarga, dan masih banyak lagi. Mungkin orang-orang yang mendengar kebanyakan kesel kali ya.. Gitu aja nanya. Tapi pada kenyataannya, ketika saya berkunjung ke rumah orang, pandangan mata tidak bisa fokus ke tuan rumah. Yang ada dipikiran saya adalah " furniturnya warnanya kok sama ya kan jadinya monoton,oh kolam renangnya gitu, ta...
Assalamu'alaikum wr.wb. Kembali lagi dengan saya "Ery Trijayanti" dari TPB 30. Sesuai dengan janji saya pada postingan sebelumnya bahwa saya akan menjelaskan atau lebih tepatnya bercerita bagaimana sih rasanya jadi mahasiswi arsitektur di Institut Teknologi Sumatera beberapa bulan pertama ini. Oke deh. Kebanyakan dari kita sudah tau ya mahasiswa Arsitektur itu identik dengan yang namanya: Gambar, Lembur, Mata Panda, Deadline, Garis harus lurus, Menguras uang, Tabung gambar. Faktanya, itu memang benar, teman-teman. Hmmm... (1 jam) Tapi tenang. Selama kita mencintai dunia Arsitektur, maka kita akan mendapatkan kebahagiaannya sendiri. Kita dituntut untuk bisa memanage waktu dengan sangat baik, rasa tanggung jawab yang tinggi, analisis yang baik, dan attitude. Maka dari itu mahasiswa Arsitektur itu solid . Dibalik tugas dan revisi yang banyak, kita menemukan teman-teman dan bekerja sama dengan mereka. Anak arsi itu welcome kok jika kita minta bant...