Assalamu'alaikum wr.wb.
Jumpa lagi dengan saya Ery Trijayanti. Semoga tidak bosan yaa..
Untuk postingan kali ini, saya menganjurkan kepada kalian semua teman-teman saya di manapun kalian berada untuk menyimak terus pembahasan saya kali ini yaa.
Mungkin agak terkesan serius *ehm* dari sebelum-sebelumnya karena saya akan membahas cita-cita dan harapan.
Saya mencintai dunia Arsitektur sejak saya duduk dibangku Sekolah Dasar.
Pada saat itu saya seringprotes bertanya-tanya mengapa bangunan rumah atapnya harus segitiga, harus ada ornamennya, kenapa rumah yang itu tidak pakai tangga, kenapa kebanyakan rumah setelah ruang tamu pasti ruang keluarga, dan masih banyak lagi. Mungkin orang-orang yang mendengar kebanyakan kesel kali ya.. Gitu aja nanya.
Tapi pada kenyataannya, ketika saya berkunjung ke rumah orang, pandangan mata tidak bisa fokus ke tuan rumah. Yang ada dipikiran saya adalah "furniturnya warnanya kok sama ya kan jadinya monoton,oh kolam renangnya gitu, tangganya mana ya.. dan lain-lain"
Yaa sebenarnya sempat merasacupu juga sih -.-
Setelah saya duduk di bangku SMA, keputusan saya terhadap dunia Arsitektur sudah bulat. Tidak ada program studi lain yang bisa membuat saya rela lembur demi desain Arsitektur. Saya mendapatkan kebahagiaan itu sendiri. Maka dari itu saya berharap saya bisa membuktikan dan memperjuangkan Arsitektur sebagai pilihan saya.
Saya berharap saya dapat menjalankan program studi ini dengan lancar tanpa kesulitan yang berarti.
Mendapatkan IPK yang bagus, melatih sifat mandiri dan kedewasaan.
Dengan ilmu kelak yang saya miliki, semoga saya bisa mengabdi untuk agama, keluarga dan negara saya untuk pembangunan yang modern dan maju.
Masih ada banyak sekali orang yang berada dalam keterbatasan. Jadi apa guna ilmu saya jika saya hanya mementingkan diri sendiri. Saya tidak pernah berharap untuk menjadi orang terkaya di dunia ini. Tapi saya ingin cukup. Materi, dan Psikis. Karena Bangunan akan rubuh pada waktunya, dan dunia pun akan hancur pada masanya.
Dari sebelum saya diterima PTN, saya niatkan Arsitektur karena Allah SWT.
Biarkan Allah yang menuntun saya untuk bekal saya hingga waktunya saya untuk pulang .
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.
Aamiin.
Sekian postingan saya.
Maaf jika terdapat kata-kata yang salah atau menyinggung perasaan.
Terima Kasih banyak untuk pembaca setia..💛
Akhir kata,
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Jumpa lagi dengan saya Ery Trijayanti. Semoga tidak bosan yaa..
Untuk postingan kali ini, saya menganjurkan kepada kalian semua teman-teman saya di manapun kalian berada untuk menyimak terus pembahasan saya kali ini yaa.
Mungkin agak terkesan serius *ehm* dari sebelum-sebelumnya karena saya akan membahas cita-cita dan harapan.
Saya mencintai dunia Arsitektur sejak saya duduk dibangku Sekolah Dasar.Pada saat itu saya sering
Tapi pada kenyataannya, ketika saya berkunjung ke rumah orang, pandangan mata tidak bisa fokus ke tuan rumah. Yang ada dipikiran saya adalah "furniturnya warnanya kok sama ya kan jadinya monoton,oh kolam renangnya gitu, tangganya mana ya.. dan lain-lain"
Yaa sebenarnya sempat merasa
Setelah saya duduk di bangku SMA, keputusan saya terhadap dunia Arsitektur sudah bulat. Tidak ada program studi lain yang bisa membuat saya rela lembur demi desain Arsitektur. Saya mendapatkan kebahagiaan itu sendiri. Maka dari itu saya berharap saya bisa membuktikan dan memperjuangkan Arsitektur sebagai pilihan saya.
Saya berharap saya dapat menjalankan program studi ini dengan lancar tanpa kesulitan yang berarti.
Mendapatkan IPK yang bagus, melatih sifat mandiri dan kedewasaan.
Dengan ilmu kelak yang saya miliki, semoga saya bisa mengabdi untuk agama, keluarga dan negara saya untuk pembangunan yang modern dan maju.
Masih ada banyak sekali orang yang berada dalam keterbatasan. Jadi apa guna ilmu saya jika saya hanya mementingkan diri sendiri. Saya tidak pernah berharap untuk menjadi orang terkaya di dunia ini. Tapi saya ingin cukup. Materi, dan Psikis. Karena Bangunan akan rubuh pada waktunya, dan dunia pun akan hancur pada masanya.Dari sebelum saya diterima PTN, saya niatkan Arsitektur karena Allah SWT.
Biarkan Allah yang menuntun saya untuk bekal saya hingga waktunya saya untuk pulang .
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.
Aamiin.
Sekian postingan saya.
Maaf jika terdapat kata-kata yang salah atau menyinggung perasaan.
Terima Kasih banyak untuk pembaca setia..💛
Akhir kata,
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Komentar
Posting Komentar